Membuat Ulir Dalam dengan Tap Tangan
Ada berbagai macam ulir yang banyak digunakan pada berbagai sektor, seperti ulir metrik, ulir UNC (Unified National Coarse), ulir BSW (British Standard Whitworth) dan lain-lain. Ulir metrik menggunakan sistem satuan metrik (milimeter), sedangkan ulir UNC dan BSW memakai satuan imperial (inci).Bagian-bagian ulir terdiri dari diameter major (diameter nominal), diameter inti (diameter minor), diameter pitch, kisar (pitch) dan sudut ulir. Kisar atau pitch adalah jarak antara puncak ke puncak dari dua ulir yang berdekatan.
Gbr. 1 Bagian-bagian ulir
Ulir-ulir metrik dinyatakan dengan huruf M yang diikuti dengan angka-angka yang menyatakan besarnya diameter nominal ulir (diameter major ) dan besarnya pitch.
Sebagai contoh : M10 x 1,5
Artinya :
M = menunjukkan ulir metrik
10 = besarnya diameter nominal ulir adalah 10 mm
1,5 = besarnya pitch adalah 1,5 mm
Pembuatan ulir dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti dengan tap tangan atau die, dibuat dengan mesin bubut, dirol, dicor dan lain lain. Ulir dapat berbentuk ulir luar (seperti yang terdapat pada baut) atau ulir dalam (seperti ulir yang terdapat mur).
Tap tangan dapat digunakan untuk membuat ulir dalam secara manual, baik untuk lubang tembus maupun untuk lubang tidak tembus (lubang buntu). Tap ini memiliki bentuk ulir luar yang dibuat dengan 3 atau lebih lekukan memanjang yang dikenal sebagai galur, di mana galur-galur ini membentuk sisi-sisi potong tap.
Dalam satu set tap umumnya terdiri dari 3 buah tap, yaitu tap no.1 atau tap tirus (taper tap), tap no. 2 atau tap setengah tirus (plug tap), dan tap no. 3 atau tap silindris (bottoming tap). Ada juga tap yang hanya terdiri dari satu buah tap yang dapat digunakan untuk lubang tembus.
Gbr. 2 Satu set tap
Pada waktu akan membuat ulir dalam, maka pada benda kerja yang akan
dibuat ulir dalam tersebut harus dibuat lubang terlebih dahulu dengan
cara di bor. Besarnya diameter lubang yang akan dibuat ulir dalam dapat
ditentukan dengan rumus:Diameter lubang = diameter luar ulir - kisar (pitch).
Sebagai contoh akan dibuat ulir metrik M5 x 0,8, di mana ini artinya ulir tersebut memiliki diameter luar (diameter nominal) sebesar 5 mm dan kisar (pitch) sebesar 0,8 mm. Oleh karena itu besarnya diameter lubang yang harus dibor adalah : 5 mm - 0,8 mm = 4,2 mm.
Berikut ini adalah langkah-langkah membuat ulir dengan tap :
1. Bor benda kerja yang akan dibuat ulir dalam dengan ukuran lubang yang sesuai dengan tabel atau sesuai dengan perhitungan.
2. Countersink bagian atas lubang dengan diameter sedikit lebih besar daripada diameter nominal ulir. Pembuatan countersink akan akan lebih memudahkan ketika awal pengetapan.
Gbr. 3 Lubang yang di-countersink
3. Selanjutnya benda kerja dipegang (dijepit) dengan kokoh, misalnya dengan memakai ragum atau catok, dengan lubang berada dalam posisi yang tegak.
4. Pasang dan jepit tap no. 1 (taper tap) dengan pemegang tap.
5. Masukkan ujung tap ke dalam lubang pada benda kerja. Posisi tap harus tegak lurus terhadap benda kerja atau segaris dengan lubang.
6. Putar pemegang tap dengan menerapkan tekanan yang seimbang antara tangan kanan dan tangan kiri pada lengan pemegang tap. Pemutaran tap dilakukan dua atau tiga kali dengan arah putaran searah jarum jam untuk pembuatan ulir kanan atau berlawanan arah putaran jarum jam untuk pembuatan ulir kiri dan gunakan minyak pemotong yang seusai. Untuk benda kerja yang terbuat dari besi cor atau kuningan, tidak perlu memakai minyak pemotong.
Gbr. 4 Pengetapan awal
7. Lepaskan pemegang tap tanpa mengganggu posisi tap. Kemudian periksa posisi tap apakah segaris dengan lubang (tegak lurus terhadap benda kerja) dengan menggunakan penyiku.
Gbr. 5 Memeriksa kelurusan tap
8. Apabila kedudukan tap miring, maka dapat diperbaiki dengan cara melepaskan tap dari lubang. Lalu memulai kembali pengetapan dengan memberikan sedikit tekanan pada satu lengan pemegang tap yang berlawanan sambil memutar pemegang tap.
Gbr. 6 Memperbaiki pengetapan yang tidak lurus
9. Setelah tap mencengkam material benda kerja dan kedudukan tap mantap di dalam lubang, janganlah memutar terus menerus tap dalam arah yang sama. Karena hal ini dapat membuat tap menjadi terjepit bahkan tap bisa menjadi patah. Untuk itu setelah memutar tap 1/2 putaran maka putar tap 1/4 putaran dalam arah yang sebaliknya. Hal ini dimaksudkan agar tatal (beram) terpotong dari benda kerja, serta tap tidak menjadi tersumbat dan ulir dibuat dengan baik.
Apabila membuat ulir yang dalam, maka tap harus diputar dalam arah sebaliknya hingga tap keluar dari lubang untuk membersihkan tatal.
10. Setelah pengetapan lubang dengan menggunakan tap no. 1 (taper tap) selesai dikerjakan, maka pengetapan dilanjutkan dengan menggunakan tap no. 2 (plug tap) dan kemudian dengan tap no. 3 (bottoming tap).
11. Periksalah ulir dalam yang telah dibuat dengan menggunakan baut yang ukurannya sesuai dengan ukuran ulir yang ditap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar